• SELAMAT DATANG DI BLOG MIKIMOOW

Thursday

Hati-Hati Memilih dan Menyimpan Sayuran! Begini Cara yang Benar

Angel Miki

Sayuran memilik berbagai warna, mulai dari hijau, ungu, orange hingga warna hijau bayam. Mereka juga memiliki rasa yang bermacam-macam, mulai dari yang manis, pahit, hingga pedas. Mengkonsumsi sayuran mentah memberikan keuntungan maksimal bagi tubuh kita, kecuali beberapa contoh sayuran yang benar-benar perlu dimasak agar menghasilkan cita rasa yang nikmat. Disisi lain ada pendapat bahwa sayuran yang sudah melewati proses pengolahan / dimasak, nutrisi di dalamnya sedikit berkurang. Tak perlu ditakuti, mengkonsumsi sayuran dengan cara apa pun, toh baik untuk kesehatan kita. Namun, kita harus hati-hati dalam memilih dan menyimpan sayuran.
Supaya kita mendapatkan sayuran dan kandungan yang sehat, simak beberapa point berikut ini.

CEK WARNA SAYURAN SAAT MEMBELI
Setiap kali membeli sayuran, pastikan bahwa warna sayuran segar : hijau segar atau sesuai warna masing-masing jenis sayuran. Misal, sayuran yang warna asli daunnya hijau namun ternyata kekuning-kuningan menunjukkan penuaan pada sayuran dan memiliki rasa hambar. Sayuran dalam kaleng biasanya memiliki kandungan sodium yang berlebihan. Jika membelinya, bilas berulang kali dengan air dingin sebelum digunakan. Tapi saran saya, lebih baik hindari sayuran yang kalengan.

Selalu cek apakah ada bintik-bintik, noda, jamur dan bekas semprotan pestisida? Kalau ada, jangan beli sayuran itu. Selalu beli sayuran yang utuh dan bukan yang sudah dipotong bagian sayurnya.

MASAK SEGERA DI HARI YANG SAMA
Ibu-ibu rumah tangga biasanya belanja sayur dalam jumlah yang cukup banyak, supaya nggak bolak-balik belanja. Ada baiknya membeli sayuran dalam jumlah kecil sehingga kita bisa menghabiskan lebih cepat. Biasanya kalau beli banyak, ada saja yang terbuang sia-sia. Sayang kan duitnya buk?

    baca juga : Makanan Kaya Antibiotik Alami   

Jenis sayuran tertentu memiliki umur simpan yang sangat singkat, terutama jika kita membeli sayuran organik dan non-olahan. Selain itu, kandungan nutrisi dalam sayuran mulai berkurang seiring berjalannya waktu. Setelah melalui penyimpanan, bakteri berbahaya bisa mulai tumbuh pada sayuran, dan kandungan vitamin C dalam sayuran menurun dengan cepat. Saat kita memotong dan menyimpan sayuran, oksidasi akan terjadi ketika terkena udara. Dengan begitu, enzim dilepaskan dan ini menyebabkan perubahan warna pada sayuran. Sayuran tetap bisa dimakan dengan sempurna dan kita bisa  mencegah oksidasi tersebut dengan cara menyimpan sayuran di kulkas, tanpa dipotong.

TIPS MENYIMPAN SAYURAN YANG BENAR

1. Jangan menyimpan sayuran di tempat yang lembab. Simpanlah di kulkas. Pisahkan sayuran dengan bahan makanan mentah seperti daging unggas, daging merah, maupun makanan laut lainnya. Kita bisa membungkus sayuran dan memastikan bahwa sayuran tidak basah. Gunakan tempat penyimpanan seperti food container (kotak penyimpan makanan), lalu dilapisi dengan kertas roti. Simpan di kulkas dengan kondisi wadah yang tertutup.


2. Pastikan selalu cuci bersih semua sayuran sebelum dimakan atau dimasak. Nah, sebenarnya setelah kita membeli sayuran, segeralah dicuci bersih, khususnya sayur yang berdaun hijau, karena sayuran tersebut mungkin terdapat serangga atau pestisida berbahaya yang menempel. Dengan cara ini, akan memperpanjang umur simpan sayuran. Apalagi jika kita mencucinya dengan air garam selama beberapa menit, ini akan memastikan kebersihannya. Sayuran akan terbebas dari pasir, debu dan sisa semprotan kimia atau racun yang mungkin telah menempel.

3. Pisahkan sayuran dan buah-buahan. Jangan menyimpannya secara bersamaan di dalam kulkas. Buah-buahan mengeluarkan kadar etilen tinggi saat mereka matang, sehingga menyebabkan sayuran lekas layu. Golongan buah-buahan citrus atau keluarga bangsa jeruk akan terjaga kualitasnya di tempat yang sejuk dan gelap, dan jauh dari sinar matahari langsung. Kondisi ini membuat mereka awet hingga seminggu. Tapi akan lebih awet lagi jika menyimpannya dikulkas dengan jaring-jaring buah (seperti yang ada di toko buah)

   baca juga : Buah-buahan Penurun Kolesterol   

4. Sayur seledri ini sering membuat kita kesal, karena mudah sekali layu dalam 2 hari saja. Bungkuslah seledri dengan aluminium foil dan simpan di box sayuran yang ada di kulkas.

5. Simpanlah kentang, bawang, dan tomat di tempat sejuk dan kering. Jangan simpan di kulkas, karena suhu dingin akan merusak jenis sayuran tersebut.

6. Jangan mencuci jamur lalu memasukkannya ke kulkas. Cucilah jamur ketika hendak digunakan.

7. Jangan simpan sayur dan buah di pintu kulkas, karena suhu akan berfluktuasi. Simpanlah di bagian tengah atau laci/box bawah agar tetap segar.

8. Jaga kebersihan kulkas. Kulkas yang tidak terjaga kebersihannya bisa mengkontaminasi bahan makanan yang kita simpan. Sisa-sisa spora jamur maupun bakteri dapat menyebabkan semua sayuran yang kita simpan menjadi lebih mudah busuk.

Bagi saya pribadi, sayuran adalah elemen penting dalam setiap menu harian saya. Pokoknya harus ada sayur walaupun hanya satu macam dan jumlahnya sedikit. Makan tanpa sayur, badan saya sungguh lemas dan tenggorokan terasa kering serta berat.

Adakah tambahan tips memilih dan menyimpan sayuran yang lain? Share yuk!

Angel Miki / Author & Owner

Adalah pemilik dan penulis semua konten di blog ini. Mencintai hidup sebagai hadiah, bukan sebagai pilihan. Sangat berantusias di bidang blogging, masak-memasak, backpacking, filmmaking, dan digital media. Hidup sehat bahagia bersama, bersama menuju hidup yang berkualitas! Baca juga personal Travel Blog Angel Miki di www.backpackeraddict.com

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan dan cerdas.